Dekorasi rumah pengantin sudah dihias dengan sangat indah,bunga-bunga yang dirangkai sedemikian rupa menghiasi pelaminan. Hari ini, keluarga besar dari Bapak Okman Masad di Ciranjang akan melaksanakan hajat pernikahan anak mereka yang bungsu. Semua sudah disiapkan dengan sangat luar biasa.
Setelah selesai ibadah pemberkatan yang dilaksanakan di Gereja Kerasulan Pusaka Ciranjang, prosesi dimulai dengan dipapagnya rombongan pengantin dan keluarga menuju pelaminan tempat resepsi. Para tamu undangan sudah mulai memenuhi tempat resepsi,penuh dengan sukacita menantikan rombongan pengantin.
Suara alunan musik gamelan Sunda mulai ditabuh, iring-iringan upacara adat Sunda dari Sanggar Mekar Asih Bandung sudah bersiap menyambut pengantin. Diawali dengan aki lengser yang terlihat sangat lihat menari dan menyanyikan lagu untuk mempelai, lalu di teruskan dengan para ponggawa yang membawa umbul-umbul melakukan atraksi sebelum sampai di depan pengantin.
Payung agung mulai berjalan diiringi lantunan kecapi dan suling. Dua penari merak mengikuti pembawa payung agung dan memberikan hormat kepada tamu yang dipapag,yaitu pengantin yang berbahagia. Para penari kipas yang dengan gemulai mulai menari untuk menyambut pengantin. Iring-iringan pengantin juga upacara adat ini mulai berjalan menuju tempat pelaminan yang telah disediakan.
Riuh antara bahagia dan kagum,para tamu undangan melihat pengantin yang hari itu menjadi Raja dan Ratu sehari, tentu lantunan doa yang terbaik menjadi kado untuk mereka. Setelah pengantin dan keluarga sudah duduk di kursi pelaminan, penari merak mempersembahan tarian.
Prosesi acara ini tidak berakhir sampai disini, ada sawer, meuleum harupat, nincak endog, huap lingkung. Acara diteruskan dengan ramah tamah antara tamu undangan dengan pengantin.
Selamat menempuh hidup baru kepada Fresenta Masad dan Doni Fefiranata, setia sampai akhir hayat. Terima kasih kepada keluarga besar Bapak Okman Masad yang telah mengundang dan mempercayakan acara Upacara Adat Sunda kepada Sanggar Mekar Asih Bandung.